RENUNGBIKA 2.0 2026
TOXIC RELATIONSHIP: SAY GOODBYE, START TO FLY
Ada hubungan yang membuat seseorang merasa didengar, dihargai, dan bertumbuh. Namun, ada pula hubungan yang perlahan menguras energi, menimbulkan luka emosional, bahkan membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri. Sayangnya, tidak semua orang menyadari ketika mereka sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Berangkat dari realitas tersebut, Bidang Akademik Formabika menghadirkan Renungbika 2.0 (Refleksi, Evaluasi, Nalar, Ungkap, dan Ngobrol Bersama Bimbingan dan Konseling Unila) sebagai ruang belajar sekaligus ruang refleksi mengenai pentingnya kesehatan mental dan hubungan interpersonal yang sehat. Mengusung tema “Toxic Relationship: Say Goodbye, Start to Fly”, kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 08 Mei 2026 di Aula B FKIP Universitas Lampung dan diikuti oleh mahasiswa serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan mental.
Di tengah meningkatnya kesadaran mengenai kesehatan mental, pembahasan mengenai toxic relationship menjadi salah satu topik yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Hubungan yang tidak sehat tidak hanya terjadi dalam hubungan percintaan, tetapi juga dapat ditemukan dalam lingkungan pertemanan, keluarga, bahkan relasi sosial lainnya. Melalui Renungbika 2.0, peserta diajak untuk memahami berbagai bentuk hubungan yang tidak sehat sekaligus belajar membangun hubungan yang lebih positif dan suportif.
Kegiatan dimulai dengan rangkaian pembukaan yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta tamu undangan. Setelah sesi pembukaan dan sambutan, peserta diajak memasuki suasana yang lebih hangat melalui berbagai aktivitas interaktif yang telah dipersiapkan panitia. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang membuat suasana diskusi terasa lebih hidup dan beragam.
Puncak kegiatan berlangsung pada sesi penyampaian materi oleh Shinta Mayasari, M.Psi., Psikolog, yang membahas secara mendalam mengenai dinamika toxic relationship, tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, dampaknya terhadap kesehatan mental, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan yang lebih sehat. Melalui penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, peserta diajak melihat bahwa menjaga kesehatan mental juga berarti berani menetapkan batasan dan memilih lingkungan yang mendukung pertumbuhan diri.
Suasana semakin menarik ketika sesi tanya jawab dimulai. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari pengalaman pribadi, hubungan pertemanan, hingga cara menghadapi hubungan yang memberikan tekanan emosional. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa isu kesehatan mental bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan, melainkan sesuatu yang perlu dipahami bersama secara terbuka dan bijaksana.
Sesuai dengan nama kegiatannya, Renungbika tidak hanya menjadi tempat untuk menerima materi, tetapi juga ruang untuk melakukan refleksi. Peserta diajak untuk meninjau kembali hubungan-hubungan yang selama ini dijalani, mengevaluasi dampaknya terhadap diri sendiri, serta memahami bahwa hubungan yang sehat seharusnya menjadi tempat untuk bertumbuh, bukan tempat untuk kehilangan harga diri dan kebahagiaan.
Lebih dari sekadar seminar, Renungbika 2.0 hadir sebagai bentuk kepedulian Formabika terhadap isu kesehatan mental yang semakin relevan di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi yang mempertemukan mahasiswa, masyarakat umum, dan narasumber profesional dalam ruang diskusi yang aman, terbuka, dan penuh makna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai toxic relationship, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengenali nilai dirinya, membangun batasan yang sehat, dan memilih hubungan yang mendukung kesejahteraan psikologis. Karena terkadang, langkah pertama untuk terbang lebih tinggi adalah berani melepaskan hal-hal yang selama ini menahan kita untuk berkembang.
Semoga Renungbika dapat terus menjadi ruang refleksi, ruang belajar, dan ruang bertumbuh bagi siapa saja yang ingin lebih memahami dirinya sendiri. Sebab kesehatan mental bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang menemukan lingkungan yang memungkinkan kita hidup dengan lebih sehat, lebih tenang, dan lebih bahagia.
Presti Mandaksa,
Bidang Akademik Formabika 2026,
Kabinet Mandala Aksantara
KITA SATU DALAM FORMABIKA
Komentar
Posting Komentar