KUNJUNGAN PANTI ASUHAN HASBI RABBI 2026

 

BENTANG ASA: MERAJUT MIMPI BERSAMA BINTANG

Setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik. Di Panti Asuhan Hasbi Rabbi, Bandar Lampung, mimpi-mimpi tersebut terus tumbuh melalui perhatian, dukungan, dan kasih sayang dari banyak pihak. Pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, Forum Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (Formabika) Universitas Lampung melaksanakan kunjungan sosial yang penuh makna dan kebersamaan. Kegiatan ini mengusung tema "Bentang Asa: Merajut Mimpi Bersama Bintang". Tema tersebut dipilih untuk memberikan semangat kepada anak-anak panti agar terus memiliki harapan, berani bermimpi, dan percaya bahwa mereka mampu meraih cita-cita yang diinginkan.


Formabika merupakan organisasi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung yang aktif dalam kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan manfaat dan pengalaman yang bermakna.

Panti Asuhan Hasbi Rabbi yang berlokasi di Jalan Purnawirawan IX, Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Panti ini menaungi anak-anak yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan pendampingan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kehadiran mahasiswa BK diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak panti sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Tema "Bentang Asa: Merajut Mimpi Bersama Bintang" memiliki makna yang mendalam. "Bentang Asa" menggambarkan harapan yang luas dan tidak terbatas. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan yang cerah. Kata "Merajut" menunjukkan bahwa mimpi tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses, usaha, dan kesabaran. Sementara itu, "Bintang" melambangkan cita-cita dan kesuksesan yang ingin diraih. Melalui tema ini, anak-anak diajak untuk terus percaya pada diri sendiri dan tidak menyerah dalam mengejar impian mereka.

Bagi anak-anak panti asuhan, tema ini juga menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Banyak orang yang peduli dan siap memberikan dukungan. Hal ini sejalan dengan tujuan Bimbingan dan Konseling, yaitu membantu setiap individu mengenali potensi dirinya dan mendampingi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pengisian pre-test oleh anak-anak panti. Pre-test dilakukan untuk mengetahui kondisi awal peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang memberikan suasana tenang dan penuh keberkahan. Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah sambutan dari Koordinator Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Lampung yang hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi kepada mahasiswa atas terlaksananya kegiatan sosial ini. Setelah pembacaan doa, suasana menjadi lebih hangat dan menyenangkan melalui sesi ice breaking. Berbagai permainan sederhana dilakukan untuk mencairkan suasana sehingga anak-anak dan mahasiswa dapat lebih akrab. Tawa dan keceriaan pun terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Pengisian lembar pretest

Kegiatan utama dalam acara ini adalah melukis pot bersama. Setiap anak mendapatkan sebuah pot yang dapat dihias sesuai dengan kreativitas dan imajinasi mereka. Melalui kegiatan ini, anak-anak diberi kesempatan untuk mengekspresikan perasaan, harapan, dan ide-ide mereka melalui warna dan gambar. Bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling, kegiatan melukis pot tidak hanya menjadi aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kemampuan mengekspresikan emosi secara positif. Anak-anak terlihat sangat antusias saat melukis dan saling berbagi ide dengan teman-teman maupun panitia.


Setelah sesi melukis selesai, seluruh peserta mengikuti kegiatan refleksi dengan memberikan cap jari pada media yang telah disediakan. Cap jari tersebut menjadi simbol bahwa setiap individu memiliki keunikan dan nilai yang berbeda. Kegiatan dilanjutkan dengan menuliskan kesan dan pesan pada sticky note berwarna-warni. Berbagai pesan yang ditulis menggambarkan kebahagiaan dan kesan positif selama mengikuti kegiatan.


Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengisian post-test, pemberian bingkisan kepada anak-anak panti, serta penyerahan donasi kepada pihak panti asuhan. Penyerahan donasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan dukungan kepada anak-anak serta pengurus panti. Sebagai bentuk evaluasi program, Formabika melakukan pengukuran melalui pre-test dan post-test. Pengukuran ini bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi pada peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Instrumen yang digunakan mencakup aspek kondisi emosional, rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan mengekspresikan perasaan, dan semangat mengikuti kegiatan.

Pengisian lembar post-test 

No

Indikator

Pre-Test

Post-Test

Keterangan

1

Merasa tenang dan nyaman saat kegiatan

69%

85%

Meningkat

2

Tahu cara merasa lebih baik saat sedih/marah

38%

23%

 Menurun

3

Sulit bercerita tentang perasaan

77%

31%

 Membaik

4

Memiliki banyak ide saat menggambar

50%

69%

 Meningkat

5

Merasa takut atau gugup tanpa alas an

0%

8%

Stabil

6

Bangga terhadap hasil karya sendiri

77%

69%

Stabil

7

Merasa sendirian dan tidak dipahami

0%

15%

Stabil

8

Menggambar membuat hati lebih lega

54%

54%

Stabil

9

Sulit fokus karena sedih atau takut

8%

23%

Stabil

10

Lebih semangat menjalani kegiatan

77%

85%

Meningkat

 

Rata-Rata

45,0%

46,2%

 Meningkat

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor mengalami peningkatan dari 45,0% pada pre-test menjadi 46,2% pada post-test. Beberapa indikator menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Rasa tenang dan nyaman selama kegiatan meningkat dari 69% menjadi 85%. Semangat mengikuti kegiatan juga meningkat dari 77% menjadi 85%. Selain itu, indikator "memiliki banyak ide saat menggambar" meningkat dari 50% menjadi 69%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan melukis mampu membantu anak-anak mengekspresikan kreativitas dan mengembangkan ide-ide mereka dengan lebih baik.

Secara umum, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan kunjungan sosial yang dilakukan Formabika memberikan dampak positif terhadap suasana hati, semangat, dan kreativitas anak-anak Panti Asuhan Hasbi Rabbi. Kegiatan sederhana yang dilakukan dengan penuh perhatian dan kepedulian ternyata mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi mereka. Bagi mahasiswa Formabika, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya empati, kepedulian, dan kehadiran yang bermakna bagi orang lain. Mereka tidak hanya datang membawa perlengkapan kegiatan, tetapi juga membawa semangat, perhatian, dan dukungan bagi anak-anak panti.

Semoga kegiatan "Bentang Asa: Merajut Mimpi Bersama Bintang" tidak hanya menjadi sebuah acara, tetapi juga menjadi semangat yang terus hidup dalam diri anak-anak Panti Asuhan Hasbi Rabbi untuk terus bermimpi dan meraih cita-cita mereka. Semoga pengalaman ini juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa Formabika dalam mempersiapkan diri menjadi konselor yang peduli, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.


With Compassion and Hope,
Presti Mandaksa
Bidang Kerohanian Formabika 2026
Kabinet Mandala Aksantara
Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Lampung



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELANTIKAN DAN LOKAKARYA 2026 - KABINET MANDALA AKSANTARA

GROW WITH FORMABIKA EDISI 1 2026